[ Sejak Juni 2026 ]
Memasuki bulan Juni 2026, Perkumpulan Warga Curtina Tera Damai resmi menjalankan struktur organisasi baru yang merupakan hasil restrukturisasi kepengurusan pada Mei 2026. Restrukturisasi ini dilakukan sebagai langkah penyegaran organisasi sekaligus upaya untuk meningkatkan efektivitas koordinasi, memperjelas pembagian tugas, dan memperkuat pelayanan kepada seluruh warga Cluster Curtina Tera Damai. Dengan struktur yang lebih ringkas namun tetap adaptif, organisasi diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan warga secara lebih cepat dan terukur. Pada susunan kepengurusan ini, Bambang S. Soelakso tetap diberikan amanah sebagai pimpinan tertinggi dalam kepengurusan yaitu Ketua Umum dan dibantu oleh Tedi Subangun sebagai Ketua I dan Eky A. Ramadhan sebagai Ketua II. Tak ada perubahan juga untuk jabatan Sekretaris Jenderal yang diemban oleh Ahmad T. Akoso yang dibantu M. Fierly Ramadhani sebagai Sekretaris dan Bendahara Umum yang tetap dipercayakan kepada F. Yohan Putranto dibantu Haris Fajaryanto sebagai Bendahara. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua Umum bertanggung jawab mengarahkan kebijakan organisasi, memastikan seluruh program berjalan sesuai visi dan misi perkumpulan, serta menjadi penghubung utama antara pengurus dan warga. Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, Kharen Andromeda menempati posisi Divisi Legal yang secara langsung memberikan dukungan dalam aspek hukum, regulasi organisasi, serta penyusunan tata kelola yang baik dan berkelanjutan.
Di bawah koordinasi Ketua Umum pula, terdapat dua unsur kepemimpinan yang memiliki fokus kerja berbeda namun saling melengkapi. Ketua I yang membawahi bidang administrasi, pengelolaan data warga, serta ketertiban lingkungan. Guna menjalankan fungsinya ini, dibentuklah Divisi Pengelolaan Aset dan Pendataan Warga yang diisi oleh Abbi Noto dan Een Purwoto. Divisi ini memiliki peran strategis dalam mengelola berbagai aset organisasi sekaligus melakukan pendataan warga secara berkelanjutan agar informasi yang dimiliki organisasi selalu akurat dan mutakhir. Selain itu, terdapat Divisi Keamanan dan Ketertiban yang diperkuat oleh Ade Ramdani dan Andhika Rochmansyah yang bertugas mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait serta mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga ketenteraman lingkungan.
Sementara itu, Ketua II akan berfokus pada pengelolaan kegiatan kemasyarakatan, hubungan warga, serta pengembangan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan. Tujuan ini dicapai dengan membetuk Divisi Hubungan Masyarakat yang diisi oleh Filialdi N. Hidayat dan Ferlian R.F. Juliardi yang menjadi ujung tombak komunikasi organisasi dengan warga melalui berbagai media informasi, publikasi kegiatan, serta penyampaian aspirasi dan masukan dari masyarakat. Kehadiran divisi ini diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara pengurus dan warga sehingga tercipta komunikasi yang terbuka dan konstruktif. Selain itu, dibawah koordinasi Ketua II terdapat Divisi Kegiatan dan Usaha yang diperkuat oleh Muhammad Maliky dan Meilan S. M. Siregar. Divisi ini bertanggung jawab merancang serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial, olahraga, edukasi, dan pemberdayaan warga. Tidak hanya itu, divisi ini juga diharapkan mampu mengembangkan berbagai peluang usaha dan program produktif yang dapat mendukung kemandirian organisasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lingkungan Cluster Curtina Tera Damai.
Dalam restrukturisasi ini juga mencakup Dewan Perwakilan Warga (DPW). Fungsi DPW yang mengawasi kinerja Perkumpulan Warga Curtina Tera Damai saling mendukung dengan fungsi Pengawas yang dijabat oleh Supriyadi. Melihat keseamaan fungsi ini maka, Pengawas juga memiliki fungsi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Warga dengan dukungan dari anggotanya yang merupakan para perwakilan dari seluruh gang yang ada di Cluster Curtina, yaitu Maria (Gang I), Haris Hidanarto (Gang II), Fajar R.D. Utoro (Gang III), Lutfi Arianto dan Buntoro (Gang IV), Anca (Gang V), Zaid (Gang VI), Abednego Petrus (Gang VII), Sarjono, Fajar Fitriyanto, dan Ikhsan Fajar N. (Gang VIII), serta Inop dan Ayu Maharani (Gang IX), Dewan Perwakilan Warga diharapkan dapat menjadi mitra strategis pengurus dalam menjaga keterbukaan komunikasi, memperkuat partisipasi warga, serta mewujudkan lingkungan Curtina Tera Damai yang semakin harmonis, aspiratif, dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Melalui restrukturisasi ini, Perkumpulan Warga Curtina Tera Damai memasuki babak baru dalam perjalanan organisasinya. Dengan pembagian tugas yang lebih fokus, koordinasi yang lebih sederhana, dan semangat kolaborasi yang terus dijaga, seluruh pengurus berkomitmen untuk menghadirkan organisasi yang semakin profesional, responsif, dan dekat dengan kebutuhan warga. Struktur baru ini bukan sekadar perubahan susunan jabatan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan pelayanan bagi seluruh keluarga besar Curtina Tera Damai.
[ Januari 2026 s.d. Mei 2026 ]
Memasuki periode kepengurusan pada Januari 2026, Perkumpulan Warga Curtina Tera Damai membentuk susunan pengurus yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan warga sekaligus memperkuat peran organisasi sebagai wadah kebersamaan dan partisipasi masyarakat di Cluster Curtina Tera Damai. Pada struktur kepengurusan ini, Supriyadi dipercaya menjalankan fungsi Pengawas yang bertugas memberikan arahan, masukan, serta pengawasan terhadap jalannya organisasi. Sementara itu, roda kepemimpinan harian dijalankan oleh Bambang S. Soelakso sebagai Ketua I yang didampingi oleh Tedi Subangun sebagai Ketua II dan Eky A. Ramadhan sebagai Ketua III. Ketiga pimpinan ini bekerja secara sinergis dalam mengoordinasikan berbagai program kerja, kegiatan sosial, serta pengembangan organisasi yang melibatkan warga.
Di bidang administrasi dan tata kelola organisasi, Ahmad T. Akoso mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal dengan dukungan M. Fierly Ramadhani sebagai Sekretaris. Keduanya berperan penting dalam memastikan seluruh kegiatan organisasi terdokumentasi dengan baik, mulai dari surat-menyurat, notulensi rapat, hingga pengarsipan berbagai dokumen organisasi. Pengelolaan keuangan organisasi dipercayakan kepada F. Yohan Putranto sebagai Bendahara Umum dan Haris Fajaryanto sebagai Bendahara. Melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, keduanya mendukung kelancaran pelaksanaan program-program yang telah disusun oleh pengurus.
Untuk menjawab kebutuhan warga yang beragam, Perkumpulan Warga Curtina Tera Damai juga membentuk sejumlah divisi. Divisi Olahraga dan Aktivitas Warga yang beranggotakan Muhammad Maliky, Andhika Rochmansyah, Een Purwoto, dan Hananto Purwoko menjadi motor penggerak berbagai kegiatan yang mempererat hubungan antarwarga, mulai dari olahraga bersama hingga kegiatan rekreatif dan sosial kemasyarakatan. Pada aspek tata kelola dan kepatuhan terhadap aturan lingkungan, Kharen Andromeda dipercaya memimpin Divisi Legal dan Tata Tertib. Divisi ini berperan dalam memberikan masukan terkait aturan organisasi serta mendukung terciptanya lingkungan yang tertib dan harmonis.
Sementara itu, Divisi Keamanan dan Kebersihan yang terdiri atas Ade Ramdani S., Ferlian R.F. Juliardi, dan Muhamad Bahtiar fokus pada upaya menjaga kenyamanan lingkungan, berkoordinasi dengan petugas keamanan dan kebersihan, serta mendorong partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bersih. Dalam bidang komunikasi publik, Kartini, Nila Firstya, dan Filialdi N. Hidayat mengemban tugas pada Divisi Humas dan Media Sosial. Divisi ini menjadi ujung tombak penyebaran informasi kepada warga melalui berbagai media komunikasi, sekaligus membangun citra positif organisasi di tengah masyarakat. Dukungan kreatif organisasi diperkuat oleh Wirahadi Sunarya melalui Divisi Desain Komunikasi Visual. Berbagai materi publikasi, dokumentasi visual, hingga identitas komunikasi organisasi lahir dari sentuhan divisi ini sehingga setiap kegiatan dapat tersampaikan dengan lebih menarik dan informatif. Tidak kalah penting juga, Meilan S.M. Siregar dipercaya memimpin Divisi Pemberdayaan Wanita yang berfokus pada peningkatan partisipasi perempuan dalam kegiatan lingkungan, pengembangan kapasitas warga, serta penguatan peran keluarga dalam kehidupan bermasyarakat.
Guna menyerap, menampung, dan menyalurkan aspirasi seluruh warga Cluster Curtina Tera Damai, sekaligus menjembatani komunikasi antara warga dengan jajaran pengurus perkumpulan pada periode ini dibentuk Dewan Perwakilan Warga (DPW). Keberadaan DPW diharapkan mampu memperkuat partisipasi warga dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi sarana penyampaian berbagai masukan, usulan, dan kebutuhan warga secara terstruktur. Dengan adanya perwakilan dari setiap gang di dalam Cluster Curtina, komunikasi antara pengurus dan warga dapat berlangsung lebih efektif, sehingga berbagai program dan kebijakan yang dijalankan dapat benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat. Dewan Perwakilan Warga terdiri atas perwakilan dari seluruh gang yang berada di lingkungan Cluster Curtina Tera Damai, yaitu Maria sebagai perwakilan Gang I, Haris Hidanarto dari Gang II, Abbi Noto dan Fajar R.D. Utoro dari Gang III, Lutfi Arianto dan Buntoro dari Gang IV, Anca dari Gang V, Zaid dari Gang VI, Abednego Petrus dari Gang VII, Ikhsan Fajar N. dan Sarjono dari Gang VIII, serta Inop dan Ayu Maharani dari Gang IX.
Selama masa kepengurusan ini, berbagai program dan kegiatan berhasil dilaksanakan berkat kerja sama yang baik antara pengurus dan warga. Semangat gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi fondasi utama yang mewarnai perjalanan organisasi sepanjang awal tahun 2026. Namun demikian, seiring dengan perkembangan kebutuhan organisasi dan semakin luasnya cakupan program yang dijalankan, Perkumpulan Warga Curtina Tera Damai melakukan restrukturisasi kepengurusan pada bulan Mei 2026. Restrukturisasi ini menjadi penanda berakhirnya susunan pengurus periode Januari 2026 sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat efektivitas organisasi dalam melayani dan mengakomodasi aspirasi warga pada periode berikutnya. Dengan demikian, susunan pengurus yang dibentuk pada Januari 2026 tercatat sebagai fondasi penting dalam perjalanan awal organisasi menuju tata kelola yang semakin matang dan profesional.
[ Hingga Desember 2025 ]